Barang kali anda pernah berkata atau berpikiran: andai saya kaya saya akan bederma ini dan itu. Adapun ketika ini sebab masih pas-pasan maka tidak usah bersedekah.
Sobat, mengandai-andai memang mudah, namun aplikasinya sering kali berat. Seribu satu alasan sanggup saja anda utarakan untuk sanggup menunda atau menyelisihi ucapan anda sendiri. Misalnya dengan berkata: belum berdiri rumah, rumah masih kecil, belum beli kendaraan, membuatkan usaha, dan seterusnya.
Bukan hanya mempunyai satu perusahaan saja, bahkan andaipun dunia beserta isinya telah menjadi milik anda sifat kikir semacam ini terus menempel pada diri anda.
قُل لَّوْ أَنتُمْ تَمْلِكُونَ خَزَائِنَ رَحْمَةِ رَبِّي إِذًا لَّأَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْإِنفَاقِ وَكَانَ الْإِنسَانُ قَتُورًا
Katakan wahai Muhammad: andai kalian menguasai perbendaharaan Tuhanku, pasti kalian menahan kekayaan itu, sebab kalian takut untuk menginfakkannya. Dan memanglah insan itu sangat kikir ( al Isra' 100)
Tidak perlu heran sobat, itulah abjad dasar setiap manusia, hanya kepercayaan yang kokoh yang sanggup mengalahkan abjad jelek ini.
Iman anda kepada kehidupan akhirat, nirwana dan neraka dewa mengikis sifat kikir samacam ini.
لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللهَ بِهِ عَلِيمٌ
Kalian tidaklah sanggup mencapai derajat kebajikan sampai kalian menginfakkan/membelanjakan harta yang kalian cintai. Dan apapun yang engkau infakkan maka sejatinya Allah mengetahuinya. ( Ali Imran 92)
No comments:
Post a Comment