Hikmah Sedekah

Di bebrapa bulan yang telah kemudian puluhan ribu umat Islam di Jakarta dan sekitarnya melaksanakan agresi hening dan penggalangan dana untuk warga Palestina yang terancam kelaparan, diisolasi dan dihentikannya santunan internasional oleh Eropa dan AS. Subhanallah... cuma kata-kata itu yang terucap dalam hati saya melihat perhatian yang besar Muslim di Indonesia terhadap penderitaan saudara-saudara mereka yang didzolimi di Palestina.

Apa yang menciptakan hati saya tersentuh adalah, dikala ini, kondisi rakyat Indonesia bergotong-royong juga dalam keadaan yang sangat sulit. 
Krisis ekonomi masih melilit kehidupan sebagian rakyat Indonesia yang lebih banyak didominasi Muslim, sehingga masih banyak di antara mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan. Tak heran jika banyak juga orang yang mencibir agresi penggalangan dana untuk rakyat Palestina itu. 
Mereka menganggap agresi sosial ini tidak realistis, buat apa membantu orang yang sedang kesusahan di negeri yang beribu-ribu mil jauhnya dari Indonesia, sementara di negeri sendiri banyak orang yang kelaparan. Alasan ibarat ini memang tidak salah, tapi tidak sepenuhnya benar. 
Apalagi saudara-saudara Muslim kita di Palestina menderita sebab perlakuan tidak adil negara-negara kuat, negara-negara yang selama ini mengaku menjunjung tinggi demokrasi dan hak asasi manusia.

Sungguh, melihat agresi hening kemarin hati saya tergugah bahwa dalam kondisi yang sulit ibarat kini ini, Muslim Indonesia tidak melupakan 
saudara-saudara mereka yang menderita di negeri lain. 
mereka tidak kehilangan semangat untuk memperlihatkan sedikit harta yang mereka punya. Bukankah Islam mengajarkan kita untuk tetap bersedekah di waktu lapang maupun di waktu sempit? Seperti firman Allah swt. 
dalam Surat Ali-Imran: 133-136.


"Dan bersegeralah kau kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada nirwana yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yag menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik... 
Mereka itu risikonya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan nirwana yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka infinit di dalamnya, dan itulah 
sebaik-baik pahala orang yang beramal."

Anjuran mulai dari Allah swt ini bermakna, bahwa dalam kondisi sesulit apapun, insan masih dapat memperlihatkan sesuatu di jalan Allah. 
Meski cuma sedikit, yang terpenting ialah pemberian itu diberikan dengan keikhlasan dan hanya mengharap ridho ilahi. 
Namun terkadang, kita sangat sulit memperlihatkan sedikit apa yang kita punya dalam kondisi lapang, apalagi dalam kondisi sempit dengan banyak sekali pertimbangan.

Pernahkah kita mengalami pada suatu dikala dimintai sumbangan untuk keperluan umat, dan pada dikala itu kita hanya memperlihatkan uang ala kadarnya, yang penting sudah nyumbang. Padahal uang yang dikeluarkan untuk sedekah itu tidak seberapa jumlahnya dibandingkan uang yang kita keluarkan untuk hura-hura, kumpul dengan sobat makan di restoran, beli baju glamor di mall ekslusif, beli sepatu bermerk dari luar negeri, beli parfum dengan harga ratusan ribu rupiah. Pernahkan kita merenungkan hal ini? Betapa beratnya kita mengeluarkan uang banyak untuk bersedekah dan betapa ringannya kita menghambur-hamburkan uang hanya untuk hal-hal yang sifatnya komsumtif dan duniawi.

Padahal usulan dan perintah Allah swt berinfaq pada waktu lapang tujuannya untuk menghilangkan perasaan sombong, serakah dan cinta yang berlebihan terhadap harta. Sedangkan bersedekah di waktu sulit dianjurkan supaya sifat insan yang lebih suka diberi dari pada memberi dapat menjelma suka memberi daripada diberi. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

Rasulullah saw pun mengingatkan kita untuk jangan segan bersedekah, meski hanya dengan sebutir kurma. "Jauhkanlah dirimu dari api neraka walaupun dengan (bersedekah) sebutir kurma." 
(HR Muttafaq alaih).

Semoga kita menjadi umat yang senantiasa selalu ingat bersedekah baik dalam kondisi lapang maupun sulit. Jikapun kita sudah tidak mempunyai apapun untuk diberikan, bersedekahlah dengan doa. Sesungguhnya Allah swt senantiasa memberi akomodasi bagi kita untuk berzakat shalih dengan keikhalasan dan hanya berharap ridho darinya.

No comments:

Post a Comment

Pages